Close
ohayo

About Ohayo

Ohayo

Search

Prev Next
Image
Lifestyle

Tradisi Unik Dari Berbagai Macam Negara Di Dunia

Tradisi unik dari berbagai macam negara di dunia – Setiap negara tentunya punya tradisi yang berbeda – beda. Sama halnya dengan negara Indonesia yang punya tradisi yang berbeda dengan negara – negara yang lainnya. Salah satu tradisi yang ada di Indonesia adalah tradisi tabuik yang ada di Sumatera Barat.

Tradisi tabuik ini dilakukan oleh masyarakat di Pantai Barat, Sumatera Barat yang diselenggarakan secara turun temurun. Upacara tabuik sendiri digelar setiap hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Upacara tradisi ini juga menjadi simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam serta rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW. Itulah tradisi yang masih ada di Indonesia sampai sekarang. Tentu saja, serupa dengan hal tersebut di negara lain juga masih ada tradisi unik yang berkembang. Seperti apa saja tradisi unik dari berbagai macam negara di dunia tersebut? Berikut informasinya untuk Anda.

Tibet – tradisi pemakaman langit

This is a sweet image caption. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia

Tibet merupakan kawasan di Asia Tengah yang disana dihuni oleh suku asli dari Tibet. Tibet berada ppada ketinggian 4900 meter atau setara dengan 16000 kaki diatas permukaan air laut, Tibet merupakan suatu daratan yang tertinggi di bumi dan sering disebut sebagai Bumbung Dunia.

Karena itu tak ada tanah untuk kuburan yang disebabkan karena adanya suatu kondisi geografi tanah tempat tinggal mereka dan terletak diatas gunung. Dimana tak akan ada tanah yang lembut dan hampir semuanya adalah batuan yang keras. Maka tentu saja jika ada yang meninggal nantinya mereka akan memberikan si mayat untuk dimakan oleh burung bangkai. Selain itu, dengan cara ini mereka juga percaya bahwa roh si mayat bisa kekal di gunung. Tradisi yang seperti ini dikenal dengan nama tradisi pemakaman langit dan sampai saat ini orang – orang di Tibet masih menggunakannya sebagai tradisi yang masih bersemi diantara penduduknya.

China – foot binding

This is a sweet image caption. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia

Foot binding merupakan suatu tren yang berlaku di China secara turun temurun bahkan di era 80an masih menjadi tren fashion yang berkembang. Foot binding yang menjadi tradisi mengikat kaki di China merupakan tradisi menghentikan pertumbuhan kaki wanita zaman dulu. Kebiasaan ini membuat penderitaan besar tentunya bagi para wanita China di masa itu. Pengikatan kaki kebanyakan dimulai sejak anak berusia antara empat tahun sampai dengan usia tujuh tahun. Anak – anak orang miskin pada umumnya terlambat untuk melakukan tradisi ini karena mereka butuh bantuan anak wanita mereka dalam mengurus sawah dan juga perkebunan.

Di masa itu pengikatan kaki ini dimulai di masa akhir dinasti Tung. Budaya mengikat kaki tersebar secara luas juga dalam mayoritas warga China sampai pada akhirnya dilarang pada Revolusi Sun Yat Sen di tahun 1911. Kelompok yang kemudian menentang tradisi ini berkembang adalah bangsa Manchu di China. Sebelum adanya penentangan ini tradisi foot binding di China sudah dilakukan bahkan lebih dari 1000 tahun lamanya.

Finlandia - Mengusir penyihir

This is a sweet image caption. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia

Masyarakat Finlandia percaya bahwa diantara waktu Jumat agung dan hari Paskah penyihir akan berkeliaran. Bahkan kepercayaan ini menjadi sebuah kepercayaan yang menjelma menjadi suatu tradisi turun temurun. Karena itu mereka akan menyalakan api unggun yang dipercaya akan dapat menakuti si penyihir. Di sisi yang lain, anak – anak yang hidup di Finlandia justru berdandan ala penyihir ketika Paskah untuk bisa menambahkan kemeriahan. Kemudian hari raya Paskah di Finlandia ini dirayakan dengan sangat meriah apalagi dengan kehadiran anak – anak yang mengenakan kostum penyihir. Di waktu itu anak – anak saling berkumpul dan melakukan tradisi mereka dengan disaksikan semakin banyak pasang mata disana.

Yunani - Buang kendi

This is a sweet image caption. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia

Jika di Finlandia di waktu Paskah memiliki tradisi mengusir penyihir, masyarakat Yunani punya tradisi lain di waktu Paskah yaitu membuang kendi tanah liat, penggorengan dan perabotan lain dapur dari jendela rumah mereka.

Tradisi ini memang sudah jarang dilakukan akan tetapi beberapa penduduk di Yunani sepakat untuk masih melakukan tradisi buang kendi ini. Tradisi ini juga simbol untuk menyambut musim panen yang baru. Mereka akan membuang alat lama karena akan mengumpulkan hasil panen dengan alat – alat yang baru.

Yunani – tradisi memecahkan piring

This is a sweet image caption. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia

Masih berlaku di Yunani, Yunani selain punya tradisi buang kendi juga punya tradisi memecahkan piring. Tetapi tradisi ini dilakukan tidak di hari Paskah melainkan di hari yang lainnya. Tradisi ini dilakukan ketika ada yang menikah.

Jika di beberapa negara tamu undangan yang diundang dalam menghadiri sebuah pernikahan membawakan atau memberikan alat – alat makan berupa piring sebagai hadiah pernikahan. Yunani memiliki hal yang serupa akan tetapi masih agak berbeda. Di waktu pernikahan terjadi tradisi memecahkan piring. Tradisi ini dilakukan dengan tujuan mengusir roh jahat dari diri orang yang menikah. Alasan tradisi ini dilakukan karena piring adalah salah satu bahan yang disukai oleh roh – roh jahat karena itu dibantingnya piring menjadi tanda diusirnya roh jahat dari dalam diri orang yang menikah tersebut.

Tiongkok – tradisi menangis bahagia

This is a sweet image caption. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia

Bagi penduduk Tujia, satu bulan sebelum hari H, pengantin wanita diharuskan untuk menangis setidaknya selama satu jam dalam sehari. Tangisan ini dilakukan selama 10 hari. Sepuluh hari selanjutnya ibu dari pengantin yang menangis. Selanjutnya di 10 hari kemudian, si nenek yang menangis. Kemudian di akhir bulan, semua wanita dalam keluarga tersebut menangis sekaligus secara bersama – sama. Semua wanita menangis dengan nada yang berbeda dan tangisan ini akan dianggap sebagai suatu ekspresi kebahagiaan dengan tangisan bahagia.

Kepulauan Marquesas – menginjak tamu undangan

This is a sweet image caption. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia

Tamu undangan dalam pernikahan biasanya diperlakukan istimewa dan dijamu dengan makanan yang lezat. Akan tetapi di Kepulauan Marquesas tidak berlaku hal yang serupa. Ketika ada seseorang yang menikah, tamu yang diundang bukannya diperlakukan istimewa atau dijamu dengan nada bahagia, tamu undangan malah diinjak.

Bahkan banyak pasangan pengantin yang lelah sendiri setelah acara resepsi karena harus pasang senyum terus menerus dan bersalaman dengan tamu undangan. Utamanya pengantin wanita akan didandani dengan seabrek perhiasan. Setelah rasa lelah tersebut, pasangan pengantin akan menginjak tamu – tamu undangan yang diundangnya. Tamu – tamu undangan akan tengkurap dan memanjang sampai pintu keluar. Mereka juga akan menjadi jalan bagi kedua mempelai. Akan tetapi hal ini memang sudah menjadi tradisi yang lumrah dan terus dipertahankan di kepulauan ini bahkan sampai sekarang.

Tradisi memang menjadi sesuatu pengejawantahan budaya dari suatu negara. Setiap negara akan punya tradisi dan masing – masing tradisi tersebut akan diyakini secara turun temurun. Tradisi yang baik juga menjadi cerminan dari budaya suatu negara tersebut, dan berlaku sebaliknya.

tags :